Tampilkan postingan dengan label Pedoman Penggunaan Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pedoman Penggunaan Obat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 November 2013

DEMAM


Demam bukan merupakan suatu penyakit, tetapi hanyalah merupakan gejala dari suatu penyakit. Suhu tubuh normal adalah 370C. Apabila suhu tubuh lebih dari  37,20C pada pagi hari dan lebih dari 37,70C pada sore hari berarti demam. Kenaikan suhu 380C pada anak di bawah lima tahun dapat menimbulkan kejang dengan gejala antara lain: tangan dan kaki kejang, mata melihat ke atas, gigi dan mulut tertutup rapat, serta penurunan kesadaran. Keadaan demikian segera ke dokter. 
A. Gejala-gejala 
- Kepala, leher dan tubuh akan terasa panas, sedang tangan dan kaki dingin 
- Mungkin merasa kedinginan dan menggigil bila suhu meningkat dengan cepat
B. Penyebab Demam 
Umumnya disebabkan oleh infeksi dan non infeksi. Penyebab infeksi antara lain kuman, virus, parasit, atau mikroorganisme lain. Contoh : radang tenggorokan, cacar air, campak, dan lain-lain. Penyebab non infeksi antara lain dehidrasi pada anak dan lansia, alergi, stres, trauma, dan lain-lain.
C. Hal Yang Dapat Dilakukan
 - Istirahat yang cukup.  
 - Minum air yang banyak. 
 - Usahakan makan seperti biasa, meskipun nafsu makan berkurang .
 - Periksa suhu tubuh setiap 4 jam. 
 - Kompres dengan air hangat 
 - Hubungi dokter bila suhu sangat tinggi (diatas 380C), terutama pada anak- anak. 
  
Petunjuk penggunaan termometer :
 -  Kocok termometer sebelum mengukur sampai air raksa turun di bawah tanda    35 oC - Termometer ditaruh di bawah lidah selama 1 menit atau di bawah lipatan lengan (ketiak) selama 4 menit pada orang dewasa dan anak-anak. Suhu normal di bawah lipatan lengan (ketiak) adalah 36,5 oC. Untuk mendapatkan suhu yang setara dengan suhu mulut, tambahkan 0,5 oC pada suhu yang terbaca.
 - Cuci termometer sebelum dan sesudah dipakai. 

Kapan harus ke dokter 
- Bila seorang bayi menderita panas 
- Bila demam lebih dari  39 oC (pada anak-anak 38.5 oC) dan tidak bisa turun dengan parasetamol atau kompres. 
- Bila demam tidak berkurang setelah 2 hari 
- Bila demam disertai dengan kaku leher 
- Bila disertai gejala-gejala lain yang berkaitan dengan demam seperti : ruam kulit, sakit tenggorokan berat, batuk dengan dahak berwarna hijau, sakit telinga, sakit perut, diare, sakit bila buang air kecil atau terlalu sering buang air kecil, bintik-bintik merah pada kulit, kejang, pingsan 
-  Bila terjadi demam setelah melahirkan atau keguguran
D. Obat Yang Dapat Digunakan 
Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan demam yaitu:
1.  Parasetamol/Asetaminofen
 a. Kegunaan obat  Menurunkan demam, mengurangi rasa sakit
 b. Hal yang harus diperhatikan 
 - Dosis harus tepat, tidak berlebihan, bila dosis berlebihan dapat menimbulkan gangguan fungsi hati dan ginjal. 
- Sebaiknya diminum setelah makan 
- Hindari penggunaan campuran obat demam lain karena dapat menimbulkan overdosis.
- Hindari penggunaan bersama dengan alkohol karena  meningkatkan risiko gangguan fungsi hati. - Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita gagal ginjal. 
c. Kontra Indikasi  Obat demam tidak boleh digunakan pada : 
penderita gangguan fungsi hati 
penderita yang alergi terhadap obat ini 
pecandu alkohol
 d. Bentuk sediaan Tablet 100 mg Tablet 500 mg Sirup 120 mg/5ml e. 
Aturan pemakaian
Dewasa  : 1 tablet (500 mg) 3 – 4 kali sehari, (setiap 4 – 6 jam)
Anak    :  o 0 – 1 tahun    : ½ - 1 sendok teh sirup, 3–4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam) o 1 – 5 tahun : 1 – 1 ½ sendok teh sirup, 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam) o 6-12 tahun : ½ - 1 tablet (250-500 mg), 3 – 4 kali sehari (setiap 4 – 6 jam) 

2. Asetosal (Aspirin)
 a. Kegunaan obat  Mengurangi rasa sakit, menurunkan demam, antiradang
 b. Hal yang harus diperhatikan
 - Aturan pemakaian harus tepat, diminum setelah makan atau bersama makanan untuk mencegah nyeri dan perdarahan lambung. 
- Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi penderita gangguan fungsi ginjal atau hati, ibu hamil, ibu menyusui dan dehidrasi 
 - Jangan diminum bersama dengan minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko perdarahan lambung.
- Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi penderita yang menggunakan obat hipoglikemik, metotreksat, urikosurik, heparin, kumarin, antikoagulan, kortikosteroid,  fluprofen,  penisilin dan vitamin C.
c. Kontra Indikasi Tidak boleh digunakan pada:  
- Penderita alergi termasuk asma 
- Tukak lambung (maag) dan sering perdarahan di bawah kulit 
 - Penderita hemofilia dan trombositopenia 
d. Efek samping 
- Nyeri lambung, mual, muntah 
- Pemakaian dalam waktu lama dapat menimbulkan tukak dan perdarahan lambung
e. Bentuk Sediaan  Tablet 100 mg Tablet 500 mg
f. Aturan pemakaian
Dewasa :  500 mg setiap 4 jam (maksimal selama 4 hari) 
Anak     :  2 – 3   tahun   : ½ - 1 ½ tablet 100 mg, setiap 4 jam    4 – 5   tahun   : 1 ½ - 2 tablet 100 mg, setiap 4 jam    6 – 8   tahun   : ½ - ¾ tablet 500 mg, setiap 4 jam    9 – 11 tahun   : ¾ - 1 tablet 500 mg, setiap 4 jam    > 11 tahun      : 1 tablet 500 mg, setiap 4 jam 

3.  Ibuprofen (Lihat Bab Nyeri) 


Baca Artikel Yang Lain:
A. Demam
B. Flu
C. Batuk

FLU


Flu adalah suatu infeksi saluran pernapasan atas. Orang dengan daya tahan tubuh yang tinggi biasanya sembuh sendiri tanpa obat. Pada anak-anak, lanjut usia dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah lebih cenderung menderita komplikasi seperti infeksi bakteri sekunder. Flu ditularkan melalui percikan udara pada saat batuk, bersin, dan tangan yang tidak dicuci setelah kontak dengan cairan hidung/mulut.
  
 A. Gejala-gejala 
- Demam, sakit kepala, nyeri otot 
- Mata berair
- Batuk, bersin, hidung berair 
- Sakit tenggorokan
B. Penyebab  
- Infeksi saluran pernapasan bagian atas oleh virus influenza
C  Hal Yang Dapat Dilakukan  
- Istirahat yang cukup 
- Meningkatkan gizi makanan dengan protein dan kalori yang tinggi 
- Minum air yang banyak dan makan buah segar yang banyak mengandung vitamin
 - Minum obat flu untuk mengurangi gejala/keluhan - Periksa ke dokter bila gejala menetap sampai lebih dari 3 hari
D. Obat Yang Dapat Digunakan 
 1. Antihistamin Antihistamin dapat menghambat kerja histamin yang menyebabkan terjadinya reaksi alergi. Obat yang tergolong antihistamin antara lain: Klorfeniramin maleat/klorfenon/CTM, Difenhidramin HCl.   
a.  Kegunaan obat : Anti alergi  
b. Hal yang harus diperhatikan : 
• Hindari dosis melebihi yang dianjurkan 
• Hindari penggunaan bersama minuman beralkohol atau obat tidur
• Hati-hati pada penderita glaukoma dan hipertropi prostat atau minta saran dokter 
• Jangan minum obat ini bila akan mengemudikan kendaraan dan menjalankan mesin 
c.  Efek samping 
• Mengantuk, pusing, gangguan sekresi saluran napas  
• Mual dan muntah (jarang) d. Aturan pemakaian  Klorfenon / klorfeniramin maleat (CTM) 
• Dewasa :  1 tablet (2 mg) setiap 6-8 jam
 • Anak        :  < 12 tahun ½ tablet (12,5 mg) setiap 6-8 jam  Difenhidramin HCl • Dewasa :  1-2 kapsul (25-50 mg) setiap 8 jam  • Anak  :  ½ tablet (12,5 mg) setiap 6-8 jam 
 
 2.  Oksimetazolin (tetes hidung)
 a.   Kegunaan obat Mengurangi sekret hidung yang menyumbat 
 b.  Hal yang harus diperhatikan: 
 • Hindari dosis melebihi yang dianjurkan 
 • Hati-hati sewaktu meneteskan ke hidung, dosis tepat dan masuknya ke lubang hidung harus tepat, jangan mengalir keluar atau tertahan.
 • Tidak boleh digunakan lebih dari 7-10 hari 
 • Segera minum setelah menggunakan obat, karena air dapat mengencerkan obat yang tertelan.
 • Ujung botol obat dibilas dengan air panas setiap kali dipakai.  
 c.  Efek samping 
 • Merusak mukosa hidung karena hidung tersumbat makin parah
 • Rasa terbakar, kering, bersin, sakit kepala, sukar tidur, berdebar. 
d.  Kontra Indikasi Obat tidak boleh digunakan pada: 
• Anak berumur di bawah 6 tahun, karena efek samping yang timbul lebih parah. 
• Ibu hamil muda 
e. Aturan pemakaian  
• Dewasa dan anak diatas 6 tahun : 2-3 tetes/semprot oksimetazolin 0,05% setiap lubang hidung 
• Anak : 2-5 tahun : 2-3 tetes/semprot oksimetazolin 0,025% setiap lubang hidung. 
• Obat digunakan pada pagi dan menjelang tidur malam, tidak boleh lebih dari 2 kali dalam 24 jam.

 3. Dekongestan oral Dekongestan mempunyai efek mengurangi hidung tersumbat. Obat dekongestan oral antara lain : Fenilpropanolamin, Fenilefrin, Pseudoefedrin dan Efedrin. Obat tersebut pada umumnya merupakan salah satu komponen dalam obat flu. 
 a. Kegunaan Obat  Mengurangi hidung tersumbat  
 b. Hal yang harus diperhatikan Hati-hati pada penderita diabet juvenil karena dapat meningkatkan kadar gula darah, penderita tiroid, hipertensi, gangguan jantung dan penderita yang menggunakan antidepresi. Mintalah saran dokter atau Apoteker. 
c. Kontra Indikasi Obat tidak boleh digunakan pada penderita insomnia (sulit tidur), pusing, tremor, aritmia dan penderita yang menggunakan MAO (mono amin oksidase) inhibitor.  
d. Efek samping
 • Menaikkan tekanan darah  
 • Aritmia  terutama  pada penderita penyakit jantung dan pembuluh darah. 
e. Aturan pemakaian Fenilpropanolamina Dewasa    :  maksimal 15 mg per takaran 3-4 kali sehari Anak-anak 6-12 tahun   :  maksimal 7,5 mg per takaran 3-4 kali sehari 
Fenilefrin Dewasa    :  10 mg, 3 kali sehari Anak- anak 6 – 12 tahun : 5 mg, 3 kali sehari 
Pseudoefedrin Dewasa    : 60 mg, 3 – 4 kali sehari Anak-anak 2-5 tahun  : 15 mg, 3 - 4 kali sehari                    6-12 tahun    : 30 mg, 3 - 4 kali sehari 
Efedrin Dewasa  : 25 – 30 mg, setiap 3 – 4 jam Anak-anak : sehari 3 mg/kg berat badan, dibagi dalam 4 – 6 dosis yang sama 

4. Antitusif/ekspektoran (lihat Bab Batuk) 
5. Antipiretik dan Analgesik (Obat penurun panas dan penghilang rasa nyeri, lihat bab Demam)



Baca Artikel Yang Lain:
A. Demam
B. Flu
C. Batuk

BATUK


Batuk merupakan refleks yang terangsang oleh iritasi paru-paru atau saluran pernapasan. Bila terdapat benda asing selain udara yang masuk atau merangsang saluran pernapasan, otomatis akan batuk untuk mengeluarkan atau menghilangkan benda tersebut. Batuk biasanya merupakan gejala infeksi saluran  pernapasan  atas (misalnya batuk-pilek, flu) dimana sekresi hidung dan dahak merangsang saluran pernapasan. Batuk juga merupakan cara untuk menjaga jalan pernapasan tetap bersih. Ada dua jenis batuk yaitu batuk berdahak dan batuk kering. Batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan keluarnya dahak dari batang tenggorokan. Batuk kering adalah batuk yang tidak disertai keluarnya dahak.

 A. Gejala-gejala 
- Pengeluaran udara dari saluran pernapasan secara kuat, yang mungkin disertai dengan pengeluaran dahak 
- Tenggorokan sakit dan gatal
 B. Penyebab  Batuk dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain :
a. Infeksi Produksi dahak yang sangat banyak karena infeksi saluran pernapasan. Misal flu, bronkhitis, dan penyakit yang cukup serius meskipun agak jarang yaitu pneumonia, TBC dan kanker paru-paru.
b.  Alergi - Masuknya benda asing secara tidak sengaja ke dalam saluran pernapasan .  Misal : debu, asap, cairan dan makanan - Mengalirnya cairan hidung ke arah tenggorokan dan masuk ke saluran pernapasan   Misal : rinitis alergika, batuk pilek - Penyempitan saluran pernapasan misal pada asma
C. Hal Yang Dapat Dilakukan 
1. Minum banyak cairan (air atau sari buah) akan menolong membersihkan tenggorokan, jangan minum soda atau kopi.
2. Hentikan kebiasaan merokok 
3. Hindari makanan yang merangsang tenggorokan (makanan dingin atau berminyak) dan udara malam. 
4. Madu dan tablet hisap pelega tenggorokan dapat menolong meringankan iritasi tenggorokan dan dapat membantu mencegah batuk kalau tenggorokan anda kering atau pedih. 
5. Hirup uap air panas (dari semangkuk air panas) untuk mencairkan sekresi hidung yang kental supaya mudah dikeluarkan. Dapat juga ditambahkan sesendok teh balsam/minyak atsiri untuk membuka sumbatan saluran pernapasan.
6. Minum obat batuk yang sesuai
7. Bila batuk lebih dari 3 hari belum sembuh segera ke dokter 
8. Pada bayi dan balita bila batuk disertai napas cepat atau sesak harus segera dibawa ke dokter atau pelayanan kesehatan.
  
D. Obat Yang Dapat Digunakan         
 Obat batuk dibagi menjadi 2 yaitu ekspektoran (pengencer dahak) dan antitusif (penekan batuk) 
A. Obat Batuk Berdahak (Ekspektoran)  
1.  Gliseril Guaiakolat
 a. Kegunaan obat   Mengencerkan lendir saluran napas 
 b. Hal yang harus diperhatikan : Hati-hati atau minta saran dokter untuk penggunaan bagi anak di bawah 2 tahun dan ibu hamil.   
 c.  Aturan pemakaian • Dewasa : 1-2 tablet (100 -200 mg), setiap 6 jam atau 8 jam sekali • Anak      : 2-6 tahun : ½ tablet (50 mg) setiap 8 jam  6-12 tahun  : ½ - 1 tablet (50-100 mg) setiap 8 jam
 
2.  Bromheksin
 a. Kegunaan obat  Mengencerkan lendir saluran napas.
 b. Hal yang harus diperhatikan   Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita tukak lambung dan wanita hamil 3 bulan pertama. 
 c. Efek samping Rasa mual, diare dan perut kembung ringan d. Aturan pemakaian Dewasa  : 1 tablet (8 mg) diminum 3 x sehari (setiap 8 jam) Anak   : Di atas 10 tahun: 1 tablet (8 mg) diminum 3 kali sehari (setiap 8      jam)  5-10 tahun : 1/2 tablet (4 mg) diminum 2 kali sehari (setiap 8 jam) 

3.   Kombinasi Bromheksin dengan Gliseril Guaiakolat
 a. Kegunaan obat Mengencerkan lendir saluran napas
 b.  Hal yang harus diperhatikan :
 • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi anak di bawah 2 tahun.
 • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi penderita tukak lambung. 
 • Konsultasikan ke dokter atau Apoteker bagi  ibu hamil.
 c. Efek samping 
• Rasa mual, diare, kembung ringan. 

4.   Obat Batuk Hitam (OBH)      
  Dosis : Dewasa : 1 sendok makan (15 ml) 4 x sehari (setiap 6 jam)  
  Anak : 1 sendok teh (5 ml) 4 x sehari (setiap 6 jam)   
           
B. Obat Penekan Batuk (Antitusif)
1. Dekstrometorfan HBr (DMP HBr)
 a. Kegunaan obat  Penekan batuk cukup kuat kecuali untuk batuk akut yang berat 
 b. Hal yang harus diperhatikan 
 • Hati-hati atau minta saran dokter untuk penderita hepatitis
 • Jangan minum obat ini bersamaan obat penekan susunan syaraf pusat
 • Tidak digunakan untuk menghambat keluarnya dahak
 c. Efek samping 
• Efek samping jarang terjadi. Efek samping yang dialami ringan seperti mual dan pusing 
• Dosis terlalu besar dapat menimbulkan depresi pernapasan 
d. Aturan pemakaian 
• Dewasa  :  10-20 mg setiap 8 jam 
• Anak  :    5-10 mg setiap 8 jam • Bayi  :   2,5-5 mg setiap 8 jam 

2. Difenhidramin HCl
 a. Kegunaan obat  Penekan batuk dan mempunyai efek antihistamin (antialergi) 
 b. Hal yang harus diperhatikan - Karena menyebabkan kantuk, jangan mengoperasikan mesin selama meminum obat ini - Konsultasikan ke dokter atau Apoteker untuk penderita asma, ibu hamil, ibu menyusui dan bayi/anak. 
 c. Efek Samping Pengaruh pada kardiovaskular dan SSP seperti sedasi, sakit kepala, gangguan psikomotor, gangguan darah, gangguan saluran cerna, reaksi alergi, efek antimuskarinik seperti retensi urin, mulut kering, pandangan kabur dan gangguan saluran cerna, palpitasi dan aritmia, hipotensi, reaksi hipersensitivitas, ruam kulit, reaksi fotosensitivitas, efek ekstrapiramidal, bingung, depresi, gangguan tidur, tremor, konvulsi, berkeringat dingin, mialgia, paraestesia, kelainan darah, disfungsi hepar, dan rambut rontok.
d. Aturan Pemakaian 
 • Dewasa :  1-2 kapsul (25-50 mg) setiap 8 jam 
 •  Anak :  ½ tablet (12,5 mg) setiap 6-8 jam



Baca Artikel Yang Lain:
A. Demam
B. Flu
C. Batuk